KABUPATEN PATI TANGGAP COVID-19

Hubungi Layanan Kab. Pati Tanggap COVID-19


(0295) 4101 685


0823 2934 1686


Monitoring Data Covid-19 Kab. Pati

ODP (Orang dalam Pemantauan) : orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA TANPA Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke Negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.


Pasien dalam Pengawasan (PDP) : orang yang mengalami gejala demam (>38°C) atau riwayat demam, ISPA DAN Pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke Negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.




Update Terakhir : Selasa, 26 Mei 2020 | 07:00 WIB

(Data dapat berubah sewaktu-waktu)

Sumber Data : Dinas Kesehatan Kabupaten Pati

  • 22.579

    Pemudik
  • 73

    ODP
  • 4

    PDP
  • 2

    OTG
  • 1

    Positif
  • 13

    Meninggal
Total PDP PDP Sembuh
Lab (-)
OTG Isolasi
Mandiri
Sembuh
PDP (+)
Sembuh
OTG
Isolasi
Mandiri
PDP
(+)
PDP Meninggal
Lama
110 54 31 7 0 1 4 13
Baru
2 0 0 0 2 0 0 0
Total
112 54 31 7 2 1 4 13
ODP ODP Selesai
Pemantauan
ODP Sisa
Lama
884 811 73
Baru
0 0 0
Total
884 811 73
Keterangan :
- 1 = di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
- 2 = Isolasi Mandiri di Tempat Karantina Pati / Di Rumah
- 2 = di RSUD RAA Soewondo Pati
- 1 = di RSU Bhayangkara Semarang
- 1 = di RS Fastabiq Sehat Pati

Peta Sebaran Kasus COVID-19 Di Kab. Pati

Update Terakhir : Selasa, 26 Mei 2020

(Data dapat berubah sewaktu-waktu)

Kenalan dengan COVID-19

Apa Itu COVID-19

Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).


Bagaimana COVID-19 Menular?

COVID-19 ada penyakit baru dan para peneliti masih mempelajari bagaimana cara penularannya. Dari berbagai penelitian, metode penyebaran utama penyakit ini diduga adalah melalui droplet saluran pernapasan dan kontak dekat dengan penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang dapat mengandung virus penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).


Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet. Untuk penularan melalui makanan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiahnya.

Melindungi Diri dari COVID-19

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau membantu menghentikan penyebaran virus corona antara lain :

Hal Yang Harus Dilakukan

Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung), dan jangan meludah sembarangan

Bersihkan benda yang sering disentuh

Gunakan masker jika Anda sakit dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat

Cuci tangan dengan sabun dan air minimal 20 detik atau gunakan hand sanitizer saat berpergian

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Konsumsi makanan bergizi dan berolahraga

Hal Yang Tidak Harus Dilakukan

Berada dekat dengan orang yang sedang sakit, batuk atau bersin

Menimbun masker

Stop menyebarkan berita yang tidak benar tentang Corona Virus

Bepergian ke luar rumah saat sedang sakit

Pertanyaan

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai COVID-19.

Apakah COVID-19 perlu dikhawatirkan?
Sebanyak 80 persen kasus COVID-19 bersifat "ringan", sehingga perawatan yang cukup dapat memulihkan mereka segera dalam waktu cepat. Namun, dikarenakan penyebarannya yang cepat, diimbau untuk tetap waspada pada penyebaran COVID-19. Jika Anda merasakan gejala-gejalanya, maka jangan ragu untuk menghubungi Hotline 024-3580713 atau ke fasilitas kesehatan terdekat.
Apakah COVID-19 sama dengan SARS dan MERS?
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) yang berawal dari 2003 dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) pada 2012 memang sama-sama menyerang pernapasan, sama seperti COVID-19. Meskipun disebabkan oleh jenis virus yang sama, COVID-19, dan MERS serta SARS memiliki jenis virus corona yang berbeda. Dari segi penularan, COVID-19 jauh lebih pesat dibandingkan SARS dan MERS.
Perlukah saya menggunakan masker?
Berhenti membeli atau menggunakan masker jika memang tidak perlu (sehat). Dikarenakan praktik beli massal, WHO sempat mengumumkan status krisis masker. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan tidak melakukan panic buying dan hoarding. Jika Anda ingin bersin atau batuk, gunakan tisu atau siku tangan untuk menutup hidung dan mulut, bukan masker. Selain itu, jaga jarak 1 - 3 meter agar orang tidak terkena droplet dari Anda.
Apakah COVID-19 dapat melekat pada benda mati?
Ya. COVID-19 dapat menempel pada benda mati atau barang selama beberapa jam atau beberapa hari jika tidak secepatnya dibersihkan dengan disinfektan. Akan tetapi, ketahanan COVID-19 menempel pada satu benda tergantung dari beberapa faktor seperti suhu, kelembapan, dan jenis permukaan. Sesudah membersihkan barang yang terpapar COVID-19 dengan disinfektan, segera bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
Apakah COVID-19 sudah ada obatnya?
Hingga saat ini, vaksin dan obat untuk COVID-19 masih dalam tahap penelitian. Pengobatan masih berupa pengobatan suportif.
Apakah hewan peliharaan dapat menularkan COVID-19?
WHO menyatakan bahwa COVID-19 tidak dapat ditularkan dari hewan peliharaan apapun, baik anjing maupun kucing. Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung penyebaran COVID-19 lewat hewan peliharaan. Namun Anda tetap perlu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan.
Apakah ada hal lain yang tidak boleh dilakukan demi mencegah COVID-19?
Tidak merokok dan tidak menggunakan masker berlapis-lapis. Jika Anda memang mengalami gejala-gejala COVID-19, segera hubungi Hotline 024-3580713 atau laporkan diri ke rumah sakit rujukan virus corona.
Apakah Antibiotik efektif mencegah dan menangani COVID-19?
Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan virus, melainkan hanya melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

Info Kemkominfo

#BersamaLawanCovid19

Download

Upaya Pemkab Pati

Anti Hoax Covid-19 di Pati

Info Grafis

Video