KABUPATEN PATI TANGGAP COVID-19

Hubungi Layanan Kab. Pati Tanggap COVID-19


       (0295) 4101 685       


       0823 2934 1686       


Deteksi Mandiri Covid-19


Update Terakhir : Kamis, 24 September 2020 | 07:00 WIB

Sumber Data : Dinas Kesehatan Kabupaten Pati (Data dapat berubah sewaktu-waktu)

0

KONTAK ERAT

55

SUSPEK DIRAWAT

22

MASIH KONFIRMASI

29

KONFIRMASI DIRAWAT

38

MENINGGAL POSITIF

81

MENINGGAL
Total Kasus       Suspek Sembuh Konfirmasi/
Isolasi
Mandiri
Sembuh
Konfirmasi
Sembuh
Konfirmasi
Masih
Isolasi
Mandiri
Konfirmasi
Dirawat
Suspek
Dirawat
Meninggal
( + )
Meninggal
Lama
847 372 74 176 22 29 55 38 81
Baru
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Total
847 372 74 176 22 29 55 38 81
Total Kontak Erat Kontak Erat
Selesai Pemantauan
Kontak Erat
Dalam Pemantauan
Lama
1041 1041 0
Baru
0 0 0
Total
1041 1041 0
(*) Definisi Kategori Kasus
 
Keterangan :
- 6 = di RSUD Dr. Moewardi Solo
- 3 = di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
- 1 = di RSUD dr R. Soetrasno Rembang
- 22 = Isolasi Mandiri di Tempat Karantina Pati
- 9 = di RS Fastabiq Sehat Pati
- 2 = di RSU Keluarga Sehat Pati
- 10 = di RSUP Dr. Kariadi Semarang
- 2 = di RSUD Loekmono Hadi Kudus
- 12 = di RSUD RAA Soewondo Pati
- 6 = di RS Mardi Rahayu Kudus
- 1 = di RS Assuyuthiyyah Trangkil Pati
- 1 = di RSU St. Elizabeth Semarang
- 6 = RS Islam Pati
- 1 = di RSUD Kelet Jepara
- 1 = di RSUD dr. R Soedjati Grobogan
- 5 = di RSUD Kayen Pati
- 1 = di RS Bhakti Wiratamtama Semarang
- 1 = di RS Colombia Asia Semarang
- 1 = di RSUD RAA Kartini Jepara

Peta Sebaran Kasus COVID-19 Di Kab. Pati

Update Terakhir : Kamis, 24 September 2020

(Data dapat berubah sewaktu-waktu)
No Kecamatan Kontak Erat Suspek Masih Konfirmasi Konfirmasi Dirawat
1 Sukolilo 0 0 0 0
2 Kayen 0 0 1 5
3 Tambakromo 0 2 0 0
4 Winong 0 1 2 2
5 Pucakwangi 0 0 1 0
6 Jaken 0 0 0 0
7 Batangan 0 1 1 0
8 Juwana 0 10 3 3
9 Jakenan 0 2 1 0
10 Pati 0 4 4 2
11 Gabus 0 4 0 1
12 Margorejo 0 6 2 0
13 Gembong 0 1 2 0
14 Tlogowungu 0 4 0 1
15 Wedarijaksa 0 3 1 2
16 Trangkil 0 2 0 3
17 Margoyoso 0 5 4 2
18 Gunungwungkal 0 1 0 1
19 Cluwak 0 0 0 1
20 Tayu 0 2 0 0
21 Dukuhseti 0 0 1 0

Kontak Erat :

  • Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:
    1. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
    2. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).
    3. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
    4. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat (penjelasan sebagaimana terlampir).
  • Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
  • Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.


Suspek :

Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut :

  • Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
  • Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.
  • Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Konfirmasi :

  • Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
  • Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2:
    1. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)
    2. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

Kenalan dengan COVID-19

Apa Itu COVID-19

Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).


Bagaimana COVID-19 Menular?

COVID-19 ada penyakit baru dan para peneliti masih mempelajari bagaimana cara penularannya. Dari berbagai penelitian, metode penyebaran utama penyakit ini diduga adalah melalui droplet saluran pernapasan dan kontak dekat dengan penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang dapat mengandung virus penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).


Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet. Untuk penularan melalui makanan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiahnya.

Melindungi Diri dari COVID-19

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau membantu menghentikan penyebaran virus corona antara lain :

Hal Yang Harus Dilakukan

Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung), dan jangan meludah sembarangan

Bersihkan benda yang sering disentuh

Gunakan masker jika Anda sakit dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat

Cuci tangan dengan sabun dan air minimal 20 detik atau gunakan hand sanitizer saat berpergian

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Konsumsi makanan bergizi dan berolahraga

Hal Yang Tidak Harus Dilakukan

Berada dekat dengan orang yang sedang sakit, batuk atau bersin

Menimbun masker

Stop menyebarkan berita yang tidak benar tentang Corona Virus

Bepergian ke luar rumah saat sedang sakit

Pertanyaan

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai COVID-19.

Apakah COVID-19 perlu dikhawatirkan?
Sebanyak 80 persen kasus COVID-19 bersifat "ringan", sehingga perawatan yang cukup dapat memulihkan mereka segera dalam waktu cepat. Namun, dikarenakan penyebarannya yang cepat, diimbau untuk tetap waspada pada penyebaran COVID-19. Jika Anda merasakan gejala-gejalanya, maka jangan ragu untuk menghubungi Hotline 024-3580713 atau ke fasilitas kesehatan terdekat.
Apakah COVID-19 sama dengan SARS dan MERS?
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) yang berawal dari 2003 dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) pada 2012 memang sama-sama menyerang pernapasan, sama seperti COVID-19. Meskipun disebabkan oleh jenis virus yang sama, COVID-19, dan MERS serta SARS memiliki jenis virus corona yang berbeda. Dari segi penularan, COVID-19 jauh lebih pesat dibandingkan SARS dan MERS.
Perlukah saya menggunakan masker?
Berhenti membeli atau menggunakan masker jika memang tidak perlu (sehat). Dikarenakan praktik beli massal, WHO sempat mengumumkan status krisis masker. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan tidak melakukan panic buying dan hoarding. Jika Anda ingin bersin atau batuk, gunakan tisu atau siku tangan untuk menutup hidung dan mulut, bukan masker. Selain itu, jaga jarak 1 - 3 meter agar orang tidak terkena droplet dari Anda.
Apakah COVID-19 dapat melekat pada benda mati?
Ya. COVID-19 dapat menempel pada benda mati atau barang selama beberapa jam atau beberapa hari jika tidak secepatnya dibersihkan dengan disinfektan. Akan tetapi, ketahanan COVID-19 menempel pada satu benda tergantung dari beberapa faktor seperti suhu, kelembapan, dan jenis permukaan. Sesudah membersihkan barang yang terpapar COVID-19 dengan disinfektan, segera bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
Apakah COVID-19 sudah ada obatnya?
Hingga saat ini, vaksin dan obat untuk COVID-19 masih dalam tahap penelitian. Pengobatan masih berupa pengobatan suportif.
Apakah hewan peliharaan dapat menularkan COVID-19?
WHO menyatakan bahwa COVID-19 tidak dapat ditularkan dari hewan peliharaan apapun, baik anjing maupun kucing. Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung penyebaran COVID-19 lewat hewan peliharaan. Namun Anda tetap perlu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan.
Apakah ada hal lain yang tidak boleh dilakukan demi mencegah COVID-19?
Tidak merokok dan tidak menggunakan masker berlapis-lapis. Jika Anda memang mengalami gejala-gejala COVID-19, segera hubungi Hotline 024-3580713 atau laporkan diri ke rumah sakit rujukan virus corona.
Apakah Antibiotik efektif mencegah dan menangani COVID-19?
Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan virus, melainkan hanya melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

Info Kemkominfo

#BersamaLawanCovid19

Download

Upaya Pemkab Pati

Anti Hoax Covid-19 di Pati

Info Grafis

Video